UG

Minggu, 05 Juni 2016

APLIKASI SISTEM PAKAR - TIMBANGAN BUKU [SoftSkill]

TIMBANGAN BUKU


Judul buku            : Aplikasi SISTEM PAKAR dengan PHP dan Editor Dreamweaver
Nama pengarang/
Nama penerbit      : Bunafit Nugroho / Penerbit Gava Media
Tahun/tgl/terbit     : Cetakan I, Tahun 2014, ISBN 978-602-7869-67-7
Tempat terbit         : Yogyakarta
Ikhtisar                  :

Jumat, 18 Maret 2016

Uji Coba menghubungkan 2 Komputer dengan Kabel LAN [JarKom *]#2

Salah satu cara menghubungkan 2 komputer adalah dengan menggunakan kabel jaringan atau yang biasa dikenal dengan kabel UTP. Teknik menghubungkan 2 komputer dengan kabel UTP secara langsung ini termasuk dalam model jaringan peer to peer atau poin to point.
Menghubungkan 2 komputer dengan kabel UTP
Agar kedua komputer tersebut bisa saling berkomunikasi, setidaknya ada 3 hal yang harus kita lakukan, yaitu:
  1. Pastikan kedua komputer memiliki Network Card yang telah terinstall drivernya.
  2. Siapkan kabel UTP dengan susunan kabel Cross Over. Bagi yang belum mengetahui susunan kabel cross bisa membaca postingan saya tentang urutan kabel UTP Straight dan Cross Over .
  3. Set IP Address kedua komputer dengan IP Address berbeda tetapi dengan subnet yang sama. Sebagai contoh: 
  • IP Address komputer A: 192.168.87.1 dengan subnet mask: 255.255.255.0
  • IP Address komputer B: 192.168.87.2 dengan subnet mask: 255.255.255.0 
  • IP Address komputer B: 192.168.87.3 dengan subnet mask: 255.255.255.0
  • dst...

Rabu, 09 Maret 2016

Tutorial Cara Crimping Kabel UTP [JarKom *]#1

Kabel UTP atau Unshielded Twisted Pair atau Ethernet Cable atau kita biasa menyebutnya dengan kabel LAN adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar peralatan yang berhubungan dengan computer network (komputer, hub, switch, router). Kabel ini bentuknya seperti kabel telefon, hanya lebih besar, dengan 8 kabel kecil di dalamnya. konektor yang di gunakan untuk kabel UTP adalah RJ-45 (RJ=register jack).

Warna dari 8 kabelnya:
  • BIRU

  • PUTIH-BIRU

  • HIJAU

  • PUTIH-HIJAU

  • ORANGE

  • PUTIH-ORANGE

  • COKLAT

  • PUTIH-COKLAT

Rabu, 13 Januari 2016

PEMBERIAN ALASAN YANG TIDAK EKSAK

5.1. PERKENALAN.
Bab ini melanjutkan diskusi tentang pemberian alasan di bawah ketidakpastian yang dimulai dalam Bab-04. Paradigma utama untuk pemberian alasan di bawah ketidakpastian dalam Bab-04 adalah pemberian alasan probabilistik dan Teori Bayes. Dalam bab ini kita akan menguji beberapa pendekatan lain yang berhubungan dengan ketidakpastian.    '
Teori probabilitas dapat disebut sebagai teori “reproducible uncertainty’ Seperti dijelaskan dalam Bab-04, probabilitas aslinya dikembangkan until] permainan kesempatan yang ideal dimana eksperimen yang sama dapat dibi kembali secara tidak terbatas. Sedangkan teori probabilitas subyektif ya^i dijelaskan dalam Bab-04 telah secara suskes digunakan dengan PROSPECTO ada banyak aplikasi lain yang disajikan lebih baik dengan teori lain. Altemaji: teori ini yang khusus dikembangkan untuk berhubungan dengan kepercay; manusia bukannya frekuensi intepretasi probabilitas yang klasik. Seluruh te<j tersebut merupakan contoh dalam “pemberian alasan yang tidak tepat” dimaii; kejadian sebelumnya, kesimpulan, dan bahkan arti suatu baris itu sendiri tiduk tentu pada beberapa eksten.

5.2. KETIDAKPASTIAN DAN BARIS.
Bagian ini menyajikan pandangan tentang baris dan ketidakpastian. Bagilm selanjutnya akan mencakup metode khusus yang berhubungan dengan ketidakpastian dalam baris.
Sumber Ketidakpastian di dalam Baris.
Gambar 5.1 mengilustrasikan pandangan ketidakpastian dengan level tinggi dalam system yang berdasarkan pada baris. Ketidakpastian ini mungkin bei dari baris individual, resolusi konflik, dan ketidak sesuaian diantara rangkaij baris. Tujuan dari pengetahuan engineer adalah meminimalkan atau menghilangk&n ketidakpastian ini, jika mungkin.
Meminimalkan ketidakpastian dari baris individual merupakan bagian duri verivikasi baris. Seperti disebutkan dalam Bagian 3.15, verifikasi berhubungm dengan kebenaran block pembuatan system. Untuk system yang berdasarkm bariis, pembuatan block merupakan baris.

Senin, 11 Januari 2016

KONSEP DASAR OLAH CITRA



PENDAHULUAN

Citra (image) –istilah lain untuk gambar– sebagai salah satu komponen multimedia memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual.
Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh data teks, yaitu citra kaya dengan informasi. Ada sebuah peribahasa yang berbunyi “sebuah gambar bermakna lebih dari seribu kata” (a picture is more than a thousand words).
Maksudnya tentu sebuah gambar dapat memberikan informasi yang lebih banyak daripada informasi tersebut disajikan dalam bentuk kata-kata (tekstual).
Secara harafiah, citra (image) adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Ditinjau dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi menerus (continue) dari intensitas cahaya pada bidang dwimatra. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya ini ditangkap oleh oleh alat-alat optik, misalnya mata pada manusia, kamera, pemindai (scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citra tersebut terekam.
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat:
1. optik berupa foto,
2. analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi,
3. digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik

Minggu, 03 Januari 2016

MENENTUKAN JENIS DAN SIFAT PARAGRAF

#Tugas 3 - Bahasa Indonesia 1 # 

Untuk tugas ini, saya menggunakan cerita saya sendiri. Semoga ceritanya gak ngaco yaaa, wkwkw. Nah nih print screen cerita saya,


Ini bagian cerita yang akan saya tentukan jenis dan sifat parafgrafnya,

Silahkan kunjungi link ini untuk membaca cerita lengkapnya.

# Jenis Paragraf
Dari penggalan paragraf diatas saya menentukan bahwa paragraf tersebut termasuk jenis "Paragraf Deduktif". Paragraf deduktif adalah adalah paragraf yang letak kalimat pokoknya di tempatkan pada bagian awal paragraf. Kenap saya bisa menyimpulkan bahwa paragraf ini termasuk pragraf deduktif, karena dari kalimat pertamanya "Qurban tahun ini lingkungan RW saya cuma motong 14 kambing gak lebih gak kurang."Kalimat tersebut merupakan kalimat simpulan, sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas dari kalimat pertama.