UG

Rabu, 13 Januari 2016

PEMBERIAN ALASAN YANG TIDAK EKSAK

5.1. PERKENALAN.
Bab ini melanjutkan diskusi tentang pemberian alasan di bawah ketidakpastian yang dimulai dalam Bab-04. Paradigma utama untuk pemberian alasan di bawah ketidakpastian dalam Bab-04 adalah pemberian alasan probabilistik dan Teori Bayes. Dalam bab ini kita akan menguji beberapa pendekatan lain yang berhubungan dengan ketidakpastian.    '
Teori probabilitas dapat disebut sebagai teori “reproducible uncertainty’ Seperti dijelaskan dalam Bab-04, probabilitas aslinya dikembangkan until] permainan kesempatan yang ideal dimana eksperimen yang sama dapat dibi kembali secara tidak terbatas. Sedangkan teori probabilitas subyektif ya^i dijelaskan dalam Bab-04 telah secara suskes digunakan dengan PROSPECTO ada banyak aplikasi lain yang disajikan lebih baik dengan teori lain. Altemaji: teori ini yang khusus dikembangkan untuk berhubungan dengan kepercay; manusia bukannya frekuensi intepretasi probabilitas yang klasik. Seluruh te<j tersebut merupakan contoh dalam “pemberian alasan yang tidak tepat” dimaii; kejadian sebelumnya, kesimpulan, dan bahkan arti suatu baris itu sendiri tiduk tentu pada beberapa eksten.

5.2. KETIDAKPASTIAN DAN BARIS.
Bagian ini menyajikan pandangan tentang baris dan ketidakpastian. Bagilm selanjutnya akan mencakup metode khusus yang berhubungan dengan ketidakpastian dalam baris.
Sumber Ketidakpastian di dalam Baris.
Gambar 5.1 mengilustrasikan pandangan ketidakpastian dengan level tinggi dalam system yang berdasarkan pada baris. Ketidakpastian ini mungkin bei dari baris individual, resolusi konflik, dan ketidak sesuaian diantara rangkaij baris. Tujuan dari pengetahuan engineer adalah meminimalkan atau menghilangk&n ketidakpastian ini, jika mungkin.
Meminimalkan ketidakpastian dari baris individual merupakan bagian duri verivikasi baris. Seperti disebutkan dalam Bagian 3.15, verifikasi berhubungm dengan kebenaran block pembuatan system. Untuk system yang berdasarkm bariis, pembuatan block merupakan baris.

Hanya karena bans individual benar bukan berarti system akan memberikan jawaban yang benar. Oleh karena ketidak sesuaian antara baris, maka rangkaian inference mungkin tidak benar sehingga diperlukan validasi. Untuk system yang berdasarkan pada baris, bagian validasi merupakan meminimalkan ketidakpastian dalam rangkaian inference. Verifikasi dapat dilihat sebagai meminimalkan lokal yang taidak tentu sedangkan validasi meminimalkan global yang tidak tentu dari seluruh expert system. Oleh karena analogi yang kasar pada civil engineering, verifikasi dapat menanyakan apakah suatu jembatan yang dibuat dari bahan yang baik dan tersusun dengan baik atau tidak. Validasi akan menanyakan apakah jembatan dapat menahan luapan lalu lintas yang diperlukan dan yang paling penting — apakah jembatan dibuat pada lokasi yang tepat ? Baik verifikasi maupun validasi diperlukan untuk meyakinkan kualiatas expert system, seperti didiskusikan nanti lebih lanjut dalam Bab-06.


Ketidakpastian utama dalam Sistem Pakar yang berlandaskan Aturan
Pandangan level atas dari ketidakpastian dalam baris individual dari Gambar 5.1 dikembangkan lebih detail dalam Gambar 5.2. Disamping kemungkinan kesalahan yang ada di dalam pembuatan baris, seperti dijelaskan dalam Bagian 4.3, ada ketidakpastian yang digabungkan dengan susunan angka kemungkinan. Untuk pemberian alasan probabilistik seperti dijelaskan dalam Bab-04, ketidakpastian ini adalah dengan angka yang mencukupi, LS, dan kebutuhan, LN. Jika angka LS dan LN didasarkan pada estimasi dari manusia, ada ketidakpastian di dalamnya. Juga ada ketidakpastian dengan kemungkinan konsekuen. Untuk pemberian alasan probabilistik hal itu dituliskan sebagai P(H 1 EO untuk bukti yang teitentu/yakin dan P(H I e) untuk bukti yang tidak tentu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar